At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman
https://ejournal.stitba.org/index.php/ATJPI
<p><strong>Jurnal At-Tarbiyah </strong>adalah jurnal akses terbuka double-blind, peer-review, di Zona Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman. <strong>Jurnal At-Tarbiyah</strong> dimaksudkan untuk menyediakan forum akademik bagi para peneliti yang tertarik untuk membahas isu-isu saat ini dan masa depan tentang pendidikan Islam. Fokus pada pemberian kesempatan bagi para peneliti di bidang pendidikan khususnya hasil-hasil penelitian dan penelitian yang relevan dengan Pendidikan Islam untuk dipublikasikan. Para ahli akan meninjau semua artikel sebelum diterima untuk publikasi. Jurnal ini terbuka untuk penulis di seluruh dunia tanpa memandang kebangsaan.<strong>Jurnal At-Tarbiyah</strong><strong> </strong>diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juni.</p>Indonesia society of applied scienceen-USAt-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman2086-7190Penerapan Metode Quantum Learning Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
https://ejournal.stitba.org/index.php/ATJPI/article/view/163
<p><em>The current development of education demands learning models that not only emphasize knowledge transfer, but also create meaningful learning experiences and foster character building, especially in Islamic Religious Education (PAI). The purpose of this article is to examine the effectiveness of implementing the Quantum Learning method in PAI instruction. This research employs a library research method by reviewing the latest scientific literature related to Quantum Learning and its application in PAI classrooms. The results of the discussion indicate that Quantum Learning is effective in improving cognitive learning outcomes, motivation, active participation, as well as the internalization of religious values and students' character through strategies such as TANDUR, simulations, and the use of visual media. However, the effectiveness of this method is strongly influenced by teacher readiness, the availability of supporting facilities, and institutional support. The conclusion of this study is that Quantum Learning can be an innovative and relevant alternative for PAI learning in the modern era, provided that teacher training and adequate facilities are available as supporting factors for its success. </em></p>Siti nasim jfNurut Taufik
Copyright (c) 2025 Siti nasim jf, Nurut Taufik
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2024-12-132024-12-136228930010.21462/atjpkk.v6i2.163Budaya Religiusitas di SDIT Mutiara Rahmah Kota Balikpapan
https://ejournal.stitba.org/index.php/ATJPI/article/view/38
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk penanaman, berjalannya konsistensi, dan dampak budaya religiusitas di SDIT Mutiara Rahmah Balikpapan. Metode penelitian menggunakan jenis studi kasus dan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data Miles & Huberman reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religiusitas diterapkan melalui rutinitas, seperti shalat dhuha, do’a pagi, murojaah, tahfidz, kelas Al-Qur’an, infaq Jum’at, keteladanan dan Nama tokoh Islam serta peringatan hari besar Islam. Strategi sekolah mencakup tiga pendekatan, kekuatan (peran kepala sekolah), persuasif (hubungan guru dan siswa menciptakan suasana religiusitas) dan redukasi-normatif (kerja sama dengan orang tua). Sejak awal berdiri, sekolah ini bertujuan membentuk generasi muda albaiyatush Sholihah bukan hanya unggul secara akademik. Budaya religiusitas bermanfaat membentuk nilai Ibadah, nilai ruhul jihad, nilai akhlaq/disiplin, dan nilai keteladanan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam penguatan budaya religiusitas di sekolah dasar lainnya.</p>Khofifatul AmaliaElsa YulianingsihHasbi Assiddiq
Copyright (c) 2025 Khofifatul Amalia, Elsa Yulianingsih, Hasbi Assiddiq
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2024-12-172024-12-176224826010.21462/atjpkk.v6i2.38Manajemen Pembelajaran Di Kelas Dalam Konsep Keterampilan 4c (Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity) Pada Siswa Mts Alfalah Lamaru Balikpapan
https://ejournal.stitba.org/index.php/ATJPI/article/view/150
<p>Abstrack</p> <ul> <li>Artikel ini membahas tentang penerapan manejemen pembelajaran di kelas dalam konsep keterampilan 4C (communication, collaboration, critical thinking, creativity)pada siswa MTS. Penerapan 4C menjadi tuntutan penting dalam pembelajaran abad ke-21 untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran berbasis 4C dapat meningkatkan keaktifan, kemandirian, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dalam merancang pembelajaran yang kolaboratif, komunikatif, kreatif, dan mendorong pemecahan masalah secara kritis. Implementasi 4C yang efektif membutuhkan perencanaan pembelajaran yang matang, penggunaan media yang variatif, serta evaluasi berkelanjutan. Dengan manajemen pembelajaran yang tepat, penerapan keterampilan 4C mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan siswa untuk.</li> </ul>Dhea Dwi Anggita AnggitaArtika Eka Prihatini
Copyright (c) 2025 Dhea Dwi Anggita Anggita, Artika Eka Prihatini
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2024-12-122024-12-126226127610.21462/atjpkk.v6i2.150Relevansi Tasawuf Dalam Pembentukan Nalar Kritis Era Post-Truth Pada Mahasiswa STIT Balikpapan
https://ejournal.stitba.org/index.php/ATJPI/article/view/169
<p><strong>Abstract: </strong>This study examines the role of Sufism in shaping students' thinking in the post-truth ecosystem. This study is qualitative, phenomenological, with a descriptive-analytical approach. Data were collected through semi-structured interviews, literature reviews, and institutional documents at STIT Balikpapan, with 12 informants (10 students, 1 lecturer, 1 public figure), selected using purposive and snowball sampling techniques. Data validity was tested through source triangulation. The results show that Sufism-based spiritual practices—specifically tabayyun, muhasabah, and zuhud—play a role in controlling cognitive bias and regulating emotions, thus helping students assess information more clearly, non-reactively, and responsibly in the digital space. Sufism also contributes to strengthening psychological resilience when facing information pressure, opinion polarization, and self-uncertainty during the quarter-life crisis phase. This study confirms that Sufism is not only a ritual tradition, but also an ethical-cognitive mechanism relevant to strengthening students' critical literacy and digital maturity.</p> <p> </p>vika manaroTyara DestyanaNurut Taufik
Copyright (c) 2025 vika manaro, Tyara Destyana, Nurut Taufik
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2024-12-042024-12-046230131010.21462/atjpkk.v6i2.169Resolusi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam Menyikapi Era Society 5.0
https://ejournal.stitba.org/index.php/ATJPI/article/view/162
<p><em>This article discusses the readiness of the next generation of civilization in the era of society 5.0 by looking at the opportunities, challenges, abilities of individuals and other human resources so that in the future they can compete and be able to solve the problems that are in front of them by utilizing the abilities developed in education, and This is </em><em>to</em><em> welcome the hustle and bustle of community life in the 5.0 era which is full of challenges. The purpose of this study was to analyze the challenges, capabilities and content of the curriculum in the era of society 5.0, and the process of curriculum development in the era 5.0. This writing uses a library search method with primary data sources articles, </em><em>and </em><em>journals related to the subject matter then analyzed and given an explanation. The challenge of the curriculum that is </em><em>amid</em><em> current technological developments is the lack of students mastering technology and the content of the curriculum itself, students are still unable to solve a </em><em>problem</em><em> they face. The challenges of this super-smart era must be passed and faced with the appropriate abilities </em><em>to</em><em> be able to solve problems easily. Of course, with the ability to think creatively, critically and successfully solve problems with confidence.</em></p>Nurut taufikSiti nasim jf
Copyright (c) 2025 Nurut taufik, Siti nasim jf
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2024-12-042024-12-046227728810.21462/atjpkk.v6i2.162Dimensi Etika dan Spritualitas dalam Tasawuf: Relevansi bagi Kehidupan Modern
https://ejournal.stitba.org/index.php/ATJPI/article/view/144
<p>Kemajuan teknologi dan modernisasi memang menawarkan berbagai kemudahan, namun juga membawa dampak buruk berupa menurunnya moralitas dan spiritualitas yang berkontribusi pada meningkatnya gangguan kesehatan mental di Indonesia. Pola hidup materialistis dan hedonis, tekanan kehidupan kota, serta kehilangan makna hidup menyebabkan semakin banyak individu mengalami kecemasan, depresi, dan kebingungan arah hidup. Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi etika dan spiritualitas tasawuf dalam menjawab persoalan psikologis dan moral masyarakat modern melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, wawancara mendalam, dan observasi pada masyarakat urban di Balikpapan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ajaran tasawuf seperti tazkiyah al-nafs, kesabaran, syukur, tawakal, dan kejujuran mampu membantu individu mengelola stres, menstabilkan emosi, serta menumbuhkan kesadaran moral di tengah arus modernisasi. Selain itu, praktik spiritual seperti dzikir, tafakur, dan muhasabah terbukti memberikan ketenteraman batin, mengurangi kecemasan, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. Literatur kontemporer juga menegaskan bahwa tasawuf dapat berperan sebagai pendekatan psikoterapi yang relevan di era kini. Dengan demikian, tasawuf menjadi model moral dan spiritual yang efektif dalam merespons krisis mental dan etika modern, sekaligus membentuk pribadi yang lebih sadar, empatik, dan tangguh.</p>NurfadilahMutia BrilliantyNurut Taufik
Copyright (c) 2025 Nurfadilah, Mutia Brillianty, Nurut Taufik
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2024-12-082024-12-086222323410.21462/atjpkk.v6i2.144