Peran Tasawuf Dalam Membentuk Karakter Sosial Peserta Didik Di Era Modern
DOI:
https://doi.org/10.21462/atjpkk.v6i1.134Abstract
Perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi telah memberi pengaruh besar pada karakter sosial mahasiswa, termasuk kecenderungan yang semakin individualistis dan materialistis. Penelitian ini menelaah bagaimana tasawuf berperan dalam membentuk karakter sosial mahasiswa di STIT Balikpapan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sufistik seperti tazkiyah al-nafs, tawadhu’, mahabbah, dan ukhuwwah mendorong tumbuhnya kesadaran spiritual, empati, dan sikap toleran mahasiswa. Keteladanan dosen serta suasana kampus yang religius turut memperkuat proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, tasawuf menjadi pijakan penting untuk membentuk karakter sosial mahasiswa yang moderat, beretika, dan humanis di tengah dinamika era modern.
References
Al-Attas, S. M. N. (1978). Islam and secularism. Kuala Lumpur: ABIM.
Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism. Kuala Lumpur: ISTAC.
Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Attas, S. M. N. (1997). Islam and education. Kuala Lumpur: ISTAC.
Al-Ghazali, A. H. (1997). Ihya’ Ulum al-Din (Vol. II). Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Ghazali, A. H. (1997). Ihya’ Ulum al-Din (Vol. III). Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Ghazali, A. H. (2005). Ihya’ Ulum al-Din (Vol. I). Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Ghazali, A. H. (2005). Ihya’ Ulum al-Din (Vol. III). Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Ghazali, A. H. (2005). Ihya’ Ulum al-Din (Vol. IV). Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Qusyairi. (2002). Al-Risalah al-Qusyairiyyah. Beirut: Dar al-Kutub.
Athaillah, I. (2003). Al-Hikam. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Azra, A. (1994). Jaringan ulama Nusantara. Bandung: Mizan.
Azra, A. (1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi. Jakarta: Kencana.
Azra, A. (2013). Pesantren dan tasawuf. Jakarta: Prenada Media Group.
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. New York: Bantam Books.
Kompas. (2023). Kasus perundungan di sekolah meningkat. Diakses 7 November 2025 dari https://www.kompas.com
Lickona, T. (1991). Education for character. New York: Bantam Books.
Mentoring Rohani Mahasiswa STIT. (2025). Catatan kegiatan mentoring rohani. Tidak diterbitkan.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis. California: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasr, S. H. (1972). Sufi essays. Chicago: ABC International.
Nasution, H. (1985). Islam ditinjau dari berbagai aspeknya (Vol. II). Jakarta: UI Press.
Nasution, H. (1995). Islam rasional. Bandung: Mizan.
Nasution, H. (2012). Islam rasional: Gagasan dan pemikiran. Bandung: Mizan.
Observasi Akademik STIT Balikpapan. (2025). Hasil observasi akademik. Tidak diterbitkan.
Observasi Kegiatan Kampus STIT Balikpapan. (2025). Catatan observasi kegiatan kampus. Tidak diterbitkan.
Observasi Kelas Tasawuf STIT Balikpapan. (2025). Catatan observasi kelas. Tidak diterbitkan.
Shihab, M. Q. (2007). Membumikan Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2007). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir maudhu’i atas pelbagai persoalan umat. Jakarta: Lentera Hati.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wawancara Mahasiswa STIT Balikpapan. (2025). Hasil wawancara mahasiswa. Tidak diterbitkan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Roi Berliansyah Solihin Nata Isma, Zaki, Nurut Taufik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






